Berapa Banyak Telur yang Sebaiknya Dikonsumsi?

Telur adalah salah satu bahan makanan hewani yang dikonsumsi selain daging, ikan dan susu. Telur sering kali jadi pilihan praktis menu makan pagi, siang, atau malam. Adapun berbagai olaha telur dapat dibuat untuk dikomsumsi seperti Telur dadar, telur mata sapi, telur balado, semur telur, telur rebus dan lain sebagainya. Telur merupakan bahan makanan yang disukai oleh sebagian besar warga dunia.



Namun tentu kadang kita tidak yakin seberapa banyak telur yang aman dikonsumsi. Beberapa orang percaya telur mengandung lemak dan kolesterol sehingga berisiko bagi Kesehatan jika dikonsumsi terlalu banyak.

Julia Zumpano, RD, LD dari Preventive Cardiology Nutrition Program Cleveland Clinic memperingatkan agar individu dengan faktor risiko penyakit jantung untuk tidak mengonsumsi telur terlalu banyak.

Lantas idealnya berapa banyak kita bisa mengonsumsi telur setiap minggunya?

"Tak ada rekomendasi khusus mengenai seberapa banyak Anda harus mengonsumsi telur setiap minggu," ujar Zumpano.

"Penelitian mengindikasikan bahwa lemak jenuh total memengaruhi kadar LDL atau kolesterol jahat ketimbang kolesterol baik," lanjutnya.

Menurut Zumpano, putih telur aman dikonsumsi serta merupakan sumber protein yang baik. Sementara kandungan lemak jenuh serta kolesterol yang Anda hindari terdapat pada bagian kuningnya.

"Jika Anda memiliki penyakit jantung atau kolesterol tinggi, berhati-hatilah akan jumlah kuning telur  yang Anda konsumsi. Anda pun perlu menghitung lemak jenuh yang Anda konsumsi dari makanan lain seperti daging merah, daging sapi, kulit unggas, susu, atau keju kaya lemak ke dalam menu Anda," jelas Zumpano.

Melansir laman Clevelandclinic.org, sebaiknya hanya 5-6 persen kalori Anda yang berasal dari lemak jenuh agar kolesterol LDL tetap rendah. Anjuran tersebut dimuat oleh American Heart Association/American College of Cardiology.

Selain memperhatikan jumlah telur yang dikonsumsi, Anda pun perlu mencermati cara memasaknya.

"Jika Anda menggoreng telur, minyak yang Anda tambahkan akan menambah lemak jenuh Anda hari itu," ujar Zumpano.

Alih-alih menggoreng telur, Zumpano menyarankan untuk memasak telur dengan cara berikut:
·         Poaching
·         Direbus
·         Digoreng dengan minyak goreng semprot (cooking spray)

Zumpano juga menyarankan Anda menghindari membubuhkan garam pada telur agar asupan garam Anda per hari tetap terjaga.

Diet telur sudah umum dilakukan orang-orang. Ini adalah diet dimana seseorang tidak makan apa-apa kecuali telur, namun tidak ada ukuran pasti seberapa banyak telur yang baik untuk dikonsumsi selama menjalani diet ini.

Dilansir dari Live Strong, diet telur konsepnya adalah menggunakan telur sebagai sumber protein yang utama. Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Obesity pada Agustus 2008 mengatakan sebaiknya memakan 2-6 butir telur sehari. Ini terbukti efektif menurunkan berat badan. Satu butir telur rebus memiliki 78 kalori, sehingga Anda akan mendapatkan 156 kalori dari dua butir telur rebus atau 468 kalori dari enam butirnya.

Jika Anda makan telur goreng, kalorinya naik menjadi 90 per telur, berdasarkan hasil penelitian Kementerian Pertanian Amerika Serikat. Tubuh membutuhkan 1.200-1.400 kalori untuk kebutuhan metabolisme. Ini merupakan kebutuhan minimum untuk mempertahankan fungsi jantung dan organ penting dalam tubuh. Jika Anda bekerja di luar dan sering ke lapangan, maka kalori yang Anda butuhkan lebih banyak dari itu.

Telur memang menawarkan protein cukup, namun makan telur saja tidak cukup. Jika Anda makan 10 butir telur setiap hari, Anda akan mendapatkan selenium yang cukup, tapi kandungan folat dan vitamin B6 kurang. Telur tidak mengandung vitamin C dan sangat sedikit mengandung vitamin E, K, dan magnesium. Telur juga tidak menyediakan serat atau karbohidrat. Anda mungkin butuh suplemen untuk mengisi kesenjangan gizi tersebut.

Jika Anda memiliki kolesterol tinggi atau diabetes, Anda harus membatasi asupan telur, yaitu tidak lebih dari tiga kuning telur sepekan. Dua telur rebus mengandung 372 miligram kolesterol. Jumlah tersebut melebihi asupan maksimum yang direkomendasikan untuk orang dengan penyakit kolesterol tinggi dan diabetes, yaitu 300 miligram per hari. Buatlah rencana sehat dengan tetap menikmati telur untuk satu kali makan dan mengikuti diet seimbang dihari lainnya. Sumber : Liputan6.com